Pages

Tampilkan postingan dengan label BIOLOGI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BIOLOGI. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 April 2013

KEBUN RAYA BOGOR



Kebun Raya adalah suatu kawasan yang mengkoleksi berbagai jenis tumbuhan. Tumbuhan yang dikoleksinya memiliki dasar ilmiah. Informasi ilmiah mengenai koleksinya terdokumentasi dengan baik. Fungsi dari Kebun Raya adalah sebagai tempat konservasi ex-situ, tempat penelitian, tempat pendidikan lingkungan, dan tempat wisata.

Sampai saat ini, sebagian masyarakat masih memandang Kebun Raya Cibodas (Kebun Raya Indonesia) hanya sebagai tempat wisata. Sebagian lainnya juga belum memahami benar bahwa Kebun Raya bukan hanya sekedar tempat untuk menanam spesimen koleksi tumbuhan. Tugas besar masih dihadapi oleh Kebun Raya untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap arti penting tumbuhan bagi kehidupan. Dalam tataran yang lebih pragmatis, tugas besar tersebut terutama terletak pada arti nyata atau nilai manfaat langsung Kebun Raya bagi masyarakat, khususnya masyarakat sekitarnya. Dalam kenyataannya, pengelolaan Kebun Raya memang harus mempertimbangkan aspek ekonomi dan sosial masyarakat di sekitarnya dan tidak cukup hanya mempertimbangkan aspek konservasi dan kompetensi ilmiahnya saja.

Seiring dengan perjalanan waktu, Kebun Raya Cibodas telah mengalami berbagai perkembangan. Selain sebagai kebun pengembangan tanaman berpotensi ekonomi, Kebun Raya Cibodas telah berkembang menjadi sebuah lembaga ilmiah yang berperan penting dalam konservasi tumbuhan. Dari segi ekonomi, keberadaan Kebun Raya Cibodas bahkan mampu menggerakan ekonomi lokal dan kawasan, terutama sebagai tempat menggantungkan hidup bagi para pedagang bunga dan tanaman hias, perajin cinderamata, pengusaha makanan dan minuman, pengusaha penginapan dan hotel, biro perjalanan wisata, usaha perparkiran, serta menciptakan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
INFO LAIN -NYAA
Berbau Tetapi Menarik
Dwi Novia Puspitasari - 21-09-2011 13:03:27cbg_DSC_0409_02.jpg“Bau” itu mungkin salah satu hal yang sangat tidak asing bagi kita dan selalu tidak kita senangi karena bau selalu identik dengan hal yang jelek, tetapi bagaimana jika seandainya bau itu justru yang menambah suatu kecantikan dan keunikan? Inilah yang terjadi pada bunga bangkai yang sesuai namanya bunga ini memiliki bau yang tidak sedap mirip bangkai tikus tetapi karena bau tersebutlah bunga ini menjadi menarik untuk kita lihat. Pada tanggal 21 September 2011 bunga bangkai (Amorphophallus titanum Becc.) yang berada di UPT Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas – LIPI telah mekar sempurna. Hal ini di luar perkiraan karena pada awalnya bunga ini diduga akan mekar sempurna pada akhir September 2011. Pada tanggal 20 September sekitar pukul 16.00 WIB bunga ini sudah mulai mengeluarkan bau yang tidak sedap, kemudian mulai proses mekarnya (antesis) pada pukul 03.00 WIB (21 September 2011) dan akhirnya mekar sempurna tepatnya pada pukul 07.00 WIB. Mekarnya bunga ini pun tidak kalah hebatnya dengan induknya karena ketinggian perbungaanya sekarang sekitar 3 m.

Mungkin selama ini sudah tidak aneh dan asing lagi jika kita mendengar bunga bangkai mekar tetapi kali ini ada beberapa hal yang membuat mekarnya bunga bangkai di Cibodas menjadi menarik dan unik. Bunga bangkai ini merupakan hasil persemaian biji, dan baru kali ini mekar untuk pertama kalinya. Induk tanaman ini berada di VAK I.B.28, yang diperoleh dari hasil kegiatan eksplorasi flora di Sungai Manau Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Sumatra Barat pada tahun 2000. Pada awalnya bunga ini ditanam dari biji pada tanggal 8 Mei 2003. Jika kebanyakan bunga bangkai mekar 4 tahun sekali dalam 3 fase (vegetatif, dorman dan generatif) lain halnya dengan bunga bangkai yang mekar kali ini karena bunga ini selama 9 tahun mengalami 3 kali fase vegetatif (berdaun) dan 3 kali fase dorman (istirahat) dan baru tahun yang ke 9 ini berbunga (fase generatif). Itulah keunikan lain dari bunga bangkai ini. Pada awalnya ada sekitar 25 spesimen di luar dari induknya yang ditanam di dalam satu lokasi (VAK I.B.), tetapi baru satu spesimen ini yang berbunga. Jika anda tidak ingin ketinggalan untuk menikmati mekarnya bunga ini maka segeralah datang ke Kebun Raya Cibodas karena mekarnya bunga ini hanya bisa dinikmati sempurna dalam waktu satu minggu. Setelah satu minggu bunga ini akan mulai meluruh untuk berganti fase yaitu fase dorman.

Senin, 11 Maret 2013

BIOLOGI


Suksesi


Suksesi adalah rangkaian perubahan mulai dari ekosistem tanaman perintis hingga mencapai
ekosistem klimaks.
Proses suksesi berakhir dengan sebuah ekosistem klimaks atau telah
tercapai
keadaan seimbang (homeostasis)
Suksesi dibedakan
1. Suksesi primer perubahan yang mengakibatkan hilangnya komunitas asal secara total
sehingga di tempat komunitas asal tersebut terbentuk habitat baru.
Contoh : suksesi yang terjadi akibat meletusnya gunung krakatau (1883)
Urutan tumbuhan yang tumbuh : lichenes -> rumput -> herba -> semak -> pohon.
Komunitas klimaks yang terbentuk dapat komunitas homogen (hutan pinus, jati) dapat pula
komunitas heterogen (hutan hutan tropis)

2. Suksesi sekunder : gangguan tidak menyebabkan kerusakan total sehingga dalam komunitas
tersebut substrat dan kehidupan awal masih ada.
Contoh : padang alang-alang, lahan yang berpindah-pindah.

Organisme air berdasarkan cara hidupnya dibedakan
1. plankton : melayang mengikuti gerak aliran air
2. nekton : berenang bebas (ikan)
3. neuston mengapung/berada di permukaan air (serangga air)
4. perifiton organisme yang melekat pada tumbuhan atau benda lain (keong)
5. bentos : organisme di dasar perairan (cacing, remis)
Suksesi

Suksesi adalah rangkaian perubahan mulai dari ekosistem tanaman perintis hingga mencapai
ekosistem klimaks. Proses suksesi berakhir dengan sebuah ekosistem klimaks atau telah
tercapai
keadaan seimbang (homeostasis)
Suksesi dibedakan
1. Suksesi primer perubahan yang mengakibatkan hilangnya komunitas asal secara total
sehingga di tempat komunitas asal tersebut terbentuk habitat baru.
Contoh : suksesi yang terjadi akibat meletusnya gunung krakatau (1883)
Urutan tumbuhan yang tumbuh : lichenes -> rumput -> herba -> semak -> pohon.
Komunitas klimaks yang terbentuk dapat komunitas homogen (hutan pinus, jati) dapat pula
komunitas heterogen (hutan hutan tropis)

2. Suksesi sekunder : gangguan tidak menyebabkan kerusakan total sehingga dalam komunitas
tersebut substrat dan kehidupan awal masih ada.
Contoh : padang alang-alang, lahan yang berpindah-pindah.

Organisme air berdasarkan cara hidupnya dibedakan
1. plankton : melayang mengikuti gerak aliran air
2. nekton : berenang bebas (ikan)
3. neuston mengapung/berada di permukaan air (serangga air)
4. perifiton organisme yang melekat pada tumbuhan atau benda lain (keong)
5. bentos : organisme di dasar perairan (cacing, remis)

Kamis, 25 Oktober 2012

MIKROSKOP DAN BAGIAN BAGIANYA


Mikroskop Dan Bagian Bagiannya

A.    Mikroskop dan Jenis-jenisnya
Mikroskop adalah alat yang digunakan untuk melihat benda mikro yang tidak bisa dilihat oleh mata telanjang. Dengan menggunakan mikroskop kita bisa melihat berbagai macam hewan hewan kecil (mikroorganisme). Di dalam biologi SMPmikroskop digunakan untuk praktek melihat berbagai macam mikroorganisme contohnya : jenis protista dan lain sebagainya.
Mikroskop pertama kali di kenalkan oleh Antony Van Leeuwenhoek.
Ternyata mikroskop terdiri dari berbagai macam jenis tergantung kebutuhannya masing-masing.  Jenis-jenis mikroskop yaitu :
Mikroskop Cahaya
Sesuai dengan namanya mikroskop ini membutuhkan cahaya untuk melihat mikroorganisme. Ada 2 jenis dari mikroskop ini yaitu monokuler (memiliki 1 lensa okuler) dan binokuler (memiliki 2 lensa okuler). Monokuler biasanya menggunakan bantuan cahaya matahari tidak langsung (jadul). Binokuler menggunakan cahaya lampu yang berhubungan dengan listrik (lebih canggih).
Mikroskop cahaya biasa untuk melihat jamuramoeba, paramaecium, euglena dsb dengan perbesaran hingga 1000 kali.
Mikroskop Stereo
Mikroskop ini digunakan untuk mengamati benda yang relatif besar. Contohnya mengamati spora pada tumbuhan paku dengan perbesaran 7 hingga 30 kali. Dapat melihat benda secara 3 Dimensi.
Mikroskop Elektron
Mikroskop ini mempunya perbesaran hingga 100000 kali. Mikroskop ini menggunakan elektron sebagai pengganti cahaya. Mikroskop ini digunakan untuk melihat virus dan bakteri dengan jelas.

B.    Bagian-bagian mikroskop dan fungsinya


1.      Tubus/ Tabung mikkroskop  : Tabung kosong yang dapat di naik turunkan untuk mengatur fokus
2.      Lensa Obyektif : Lensa yang terletak di bawah tabung mikroskop dan dekat dengan benda yang akan diamati
3.      Lensa Okuler : Lensa yang terletak di atas tabung mikroskop dan dekat dengan mata pengamat.
4.      Revolver : Bagian yang dapat diputar utnuk memilih ukuran lensa obyektif
5.      Makrometer (pemutar kasar) : tombol pengatur fokus bayangan dengan menaik turunkan tabung mikroskop dengan cepat.
6.      Mikrometer (pemutar halus) : tombol pengatur fokus bayangan dengan menaik turunkan tabung mikroskop dengan sangat lambat.
7.      Lengan mikroskop : bagian yang di pegang saat mikroskop akan di pindahkan.
8.      Meja preparat : untuk meletakkan preparat yang akan di amati
9.      Penjepit obyek : Untuk menjepit preparat agar preparat tidak bergeser
10.   Diafragma : mengatur banyak sedikitnya cahaya yang dibutuhkan.
11.   Kondensor : Mengatur intensitas cahaya
12.   Cermin : mengarahkan cahaya agar bisa masuk ke diafragma dan kondensor
13.   Kaki mikroskop : Bagian paling bawah untuk mengokohkan kedudukan mikroskop.

Rabu, 24 Oktober 2012

GEJALA ALAM BIOTIK dan ABIOTIK


Gejala alam abiotik merupakan gejala-gejala yang dimiliki oleh obyek yang tidak mempunyai sifat hidup, sehingga tidak dapat dikatakan sebagai makhluk hidup ataupun organisme. Dengan kata lain, gejala alam yang abiotik adalah gejala yang berhubungan dengan objek/benda tak hidup.
Komponen abiotik merupakan ekosistem keadaan fisik maupun kimia yang menyertai kehidupan organisme sebagai tempat dan subtrat kehidupan. Komponen abiotik terdiri dari segala sesuatu yang tidak hidup serta secara langsung memiliki keterkaitan dengan keberadaan organisme.
Yang termasuk kedalam komponen abiotik adalah sebagai berikut:
1. Tanah
2. Air
3. Udara
4. Topografi
5. Iklim
Dalam komponen abiotik juga tidak lepas dari gejala alam abiotik seperti halnya Air, Oksigen (Udara), Tanah. Hal ini dikarenakan Air adalah salah satu faktor yang terpenting untuk kehidupan (makhluk hidup) khususnya ikan (baik yang ada dalam akuarium ataupun di tempat lain) yang mana sudah kita ketahui bersama bahwa air adalah habitat ikan.
Disamping itu, ikan juga memerlukan oksigen sebagai pernapasannya. Oleh sebab itu, dalam akuarium perlu dipasang aerator yang berfungsi untuk membantu proses sirkulasi oksigen dalam air. Aerator ini sangat dibutuhkan oleh ikan dalam akuarium dimana aerator dapat membantu memenuhi kebutuhan oksigen dalam air yang ada di akuarium.
Komponen dan Gejala Abiotik
Komponen dan Gejala Abiotik
Habitat ikan tentu tidaklah sama dengan semut, jika ikan habitatnya didalam air maka semut memiliki habitat sendiri yaitu tanah. Namun, tidak semua jenis tanah dapat digunakan semut untuk tempat tinggalnya terutama semut hitam. Setiap semut mempunyai tempat hidup khusus dan berbeda-beda sesuai dengan ciri serta syarat-syarat tertentu yang dibutuhkan oleh semut.
Dari penjelasan diatas dapat kita ketahui bahwa Oksigen, air dan tanah adalah komponen abiotik yang sangat dibutuhkan oleh ikan dan semut termasuk juga manusia serta seluruh makhluk hidup. Oksigen ternyata juga dapat dihasilkan oleh tanaman hidrilla (Hyrdilla).
Hydrilla (Esthwaite rumput air atau Hydrilla / Hidrilla) merupakan tanaman air genus yang dapat menghasilkan Oksigen. Tanaman ini tumbuh pesat di bawah air yang dapat ditanam dalam air dari beberapa sentimeter sampai 20 meter.
Oksigen, tanah dan air dalam keterangan diatas adalah suatu gejala alam yang bisa berupa gejala kebendaan yang tidak tampak struktur/bentuk masing-masing, hal ini juga termasuk gejala peristiwa berupa aktivitas (kejadian) yang bisa diamati.
Meskipun hal tersebut termasuk gejala alam, namun air, oksigen dan tanah tidaklah memiliki ciri-ciri kehidupan seperti yang dimiliki oleh hewan, tumbuhan ataupun manusia. Sehingga kitak tidak dapat menyebut ketiga hal tersebut sebagai makhluk hidup. Hal inilah yang disebut dengan gejala alam abiotik.