Pages

Tampilkan postingan dengan label FISIKA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FISIKA. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Mei 2013

Apa Perbedaan Kecepatan dan Kelajuan?


Apa Perbedaan Kecepatan dan Kelajuan?

Tahukah anda bahwa cheeta merupakan hewan tercepat di dunia, cheeta mampu berlari dengan kecepatan 96 km/jam atau 26,7 m/s. Tahukah anda apa arti kecepatan? Lalu apa bedanya dengan kelajuan?


Ceeta merupakan hewan pelari tercepat di muka bumi.
Kecepatan lari ceeta mampu mencapai 96 km/jam atau 26,7 m/s. Sumber Gambar:clccharter.org

Sebelum anda melangkah lebih jauh ke konsep kecepatan dan kelajuan, alangkah baiknya anda terlebih dahulu menguasai konsep perpindahan dan konsep jarak. Kedua konsep ini terkadang saling tertukar sehingga bisa menimbulkan miskonsepsi (salah konsep). Konsep kecepatan dan kelajuan akan anda kuasai jika anda benar-benar paham dengan konsep perpindahan dan konsep jarak. Jadi, kalau anda belum pahan dengan kedua konsep tersebut, sebaiknya anda baca atau pelajari terlebih dahulu konsep tersebut di postingan Ling Lyng Online yang berjudul "Apa Perbedaan Jarak dan Perpindahan dalam fisika?"


Istilah kecepatan dan kelajuan dikenal dalam perubahan gerak.  Kecepatan termasuk besaran vektor, sedangkan kelajuan merupakan besaran skalar. Besaran vektor memperhitungkan arah gerak, sedangkan besaran skalar hanya memiliki besar tanpa memperhitungkan arah gerak benda.Kecepatan merupakan perpindahan yang ditempuh tiap satuan waktusedangkan kelajuan didefinisikan sebagai jarak yang ditempuh tiap satuan waktu. Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut.

 
Jadi di sini anda harus benar-benar mampu menguasai konsep jarak dan perpindahan. Terkadang dua konsep ini saling tertukar sehingga menjadi miskonsepsi. Jadi alangkah baiknya anda terlebih dahulu menguasai konsep jarak dan perpindahan. Tanpa kedua konsep tersebut anda tidak mungkin bisa menguasai konsep kecepatan dan kelajuan (mampu membedakan konsep kecepatan dan kelajuan). 

Contoh soal tentang Kelajuan dan Kecepatan
Seorang siswa berjalan dengan lintasan ABC, seperti gambar berikut.
Selang waktu dari A ke C 1 jam. Tentukan kelajuan dan kecepatan siswa tersebut?

Pembahasan:
Diketahui:
Panjang AB= 3 km
Panjang BC= 4 km
Waktu AC = 10 s

Ditanyakan: besar kelajuan dan kecepatan?
Jawab:
          Untuk menghitung besarnya kelajuan siswa tersebut terlebih dahulu hitung jarang yang ditempuh oleh siswa tersebut.
Jarak AC = panjang AB + panjang BC
Jarak AC = 3 km + 4 km
Jarak AC = 7 km
Setelah jarak yang ditempuh diperoleh maka sekarang hitung kelajuan siswa tersebut dengan cara:
          Kelajuan = Jarak / waktu
          Kelajuan = 7 km / 1 jam
Kelajuan = 7 km/jam

          Sekarang hitung besarnya kecepatan siswa tersebut. Sebelum menghitung kecepatan, terelebih dahulu mencari perpindahan siswa tersebut dengan menggunakan aturan teorema Pytagoras. Maka diperoleh besarnya perpindahan sebesar 5 km. Setelah perpindahan yang ditempuh diperoleh maka sekarang hitung kecepatan siswa tersebut dengan cara:
          Kecepatan = perpindahan / waktu
          Kecepatan = 5 km / 1 jam
Kecepatan = 5 km/jam

Soal tantangan tentang kecepatan dan kelajuan
          Setiap akan mulai latihan sepak bola terlebih dahulu harus melakukan pemanasan yaitu dengan cara mengelilingi lapangan yang berbentuk lingkaran selama 14 menit 40 detik. Budi hanya mampu melakukan gerakan 2 putaran mengelilingi lapangan tersebut, sedangkan eka mampu melakukan 2,5 putaran. Jika jari-jari lapangan tersebut 70 m.
A.     Berapa kecepatan dan kelajuan Budi mengelilingi lapangan tersebut?
B.      Berapa kecepatan dan kelajuan Eka mengelilingi lapangan tersebut?

Apa Perbedaan Jarak dan Perpindahan Dalam Fisika?


Apa Perbedaan Jarak dan Perpindahan Dalam 

Fisika?

Pada postingan Ling Lyng Online sebelumnya telah membahas mengenai pengertian gerak. Gerak selalu menimbulkan perpindahan dan jarak. Terkadang kita bingung mengenai jarak dan perpindahan. Ada yang mengatakan bahwa jarak dan perpindahan tersebut adalah sama, padahal keduanya beda. Jarak dan perpindahan merupakan dua hal yang orang bilang "kembar tapi beda". Coba perhatikan ilustrasi contoh berikut.

Burung asal Rusia dan Siberia yang bermigrasi ke Australia mulai singgah di pesisir timur Sumatera. Namun burung itu tidak lagi singgah di kawasan yang mengalami kerusakan lingkungan. Mereka yang merupakan burung penyuka pantai basah ini hanya singgah di tempat yang terjaga kelestariannya. Coba anda bayangkan berapa jaraknya burung tersebut berpindah dari Australia ke Sumatera?
Burung asal Rusia dan Siberia yang pindah ke Australia mulai singgah di pesisir timur Sumatera. Sumber Gambar: Go Blue

Jarak dan perpindahan mempunyai pengertian yang berbeda. Misalkan Fira berjalan ke barat sejauh 4 km dari rumahnya, kemudian 3 km ke timur. Berarti Fira sudah berjalan menempuh jarak 7 km dari rumahnya, sedangkan perpindahannya sejauh 1 km 



Berbeda halnya dengan contoh berikut. Seorang siswa berlari mengelilingi lapangan satu kali putaran. Berarti ia menempuh jarak sama dengan keliling lapangan, tetapi tidak menempuh perpindahan karena ia kembali ke titik semula.
Contoh lain, ada seorang pejalan kaki bergerak ke utara sejauh 3 km, kemudian berbelok ke timur sejauh 4 km, lalu berhenti. Berapa jarak yang ditempuh siswa tersebut? Berapa pula perpindahannya?
Jarak yang ditempuh siswa tersebut berarti keseluruhan lintasan yang ditempuh yaitu 3 km + 4 km = 7 km, sedangkan perpindahannya sepanjang garis putus-putus pada Gambar 10.4c, yaitu dengan menggunakan aturan Pytagoras maka diperoleh sebesar 5 km.

Dengan demikian, jarak didefinisikan sebagai panjang seluruh lintasan yang ditempuh. Sedangkan, perpindahan merupakan jarak dan arah dari kedudukan awal ke kedudukan akhir atau selisih kedudukan akhir dengan kedudukan awalJarak merupakan besaran skalar, sedangkan perpindahan merupakan besaran vektor.

Setelah anda paham mengenai jarak dan perpindahan, maka anda sudah bisa menentukankelajuan dan kecepatan suatu benda. Apa pengertian kelajuan dan kecepatan? Apa perbedaan kelajuan dan kecepatan? Untuk lebih jelasnya silahkan baca postingan LING LYNG Online tentang "Apa perbedaan kecepatan dan kelajuan?"

Pengertian Konsep Gerak Lurus Beraturan (GLB)


Pengertian Konsep Gerak Lurus Beraturan (GLB)


Sebelum mempelajari konsep gerak lurus beraturan (GLB), terlebih dahulu anda harus menguasai konsep dasar dari gerak lurus beraturan tersebut, yaitu konsep gerak, konsep titik acuan, konsep perpindahan, konsep jarak, konsep kecepatan dan konsep kelajuan. Jika anda belum menguasai materi tersebut saya sarankan anda jangan lanjut membaca materi ini karena anda akan kebingungan. Silahkan anda kuasai konsep dasar tersebut terlebih dahulu agar anda tidak “terpeleset”. Silahkan anda baca postingan ini terlebih dahulu:

Oke, setelah anda menguasai konsep-konsep dasar yang saya sebutkan tadi di atas, maka anda sudah bisa lanjut ke konsep gerak lurus beraturan.
Mungkin Anda pernah menyaksikan atlit lomba lari jarak 100 meter. Bagaimana bentuk lintasan atlet pada saat lomba lari 100 m? Ya, lintasannya berbentuk garis lurus. Pelari yang berlari pada lintasan yang berbentuk garis lurus merupakan contoh dari gerak lurus. Lalu kita akan mendengar istilah gerak lurus beraturan. Apa sebenarnya gerak lurus beraturan (GLB) itu?
 
Lomba lari merupakan contoh gerak lurus dalam kehidupan sehari-hari
Sumber gambar: antara foto

Benda bisa dikatakan mengalami gerak lurus beraturan (GLB) bila benda tersebut bergerak dengan kecepatan tetap (konstan). Jadi, syarat benda bergerak lurus beraturan apabila gerak benda menempuh lintasan lurus dan dengan kecapatan benda tidak berubah (konstan). Pada gerak lurus beraturan (GLB), benda menempuh jarak yang sama dalam selang waktu yang sama pula. Bingung ya?
contoh dalam kehidupan sehari-hari tentang gerak lurus beraturan (GLB)
Sumber Gambar: fisikamanbaureno
Misalkan saya berikan contoh seperti ini, mobil yang berpindah sejauh 2 meter dalam waktu 1 detik, maka satu detik berikutnya berpindah 2 meter lagi, begitu seterusnya. Dengan kata lain, perbandingan perpindahan dengan selang waktu selalu konstan atau kecepatannya konstan. Pada gerak lurus beraturan (GLB) kelajuan dan kecepatan hampir sulit dibedakan karena lintasannya yang lurus menyebabkan jarak dan perpindahan yang ditempuh besarnya sama. Padahal secara konsep fisika kedua hal tersebut sangatlah berbeda. Persamaan Gerak Lurus Beraturan (GLB), secara matematis dapat dirumuskan sebagai berikut.

 Rumus kecepatan dan merupakan konsep dasar GLB
Keterangan:
v = kecepatan (m/s)
s = perpindahan (m)
t = waktu (s)
Secara grafik dapat digambarkan sebagai berikut
 contoh Grafik GLB antara kecepatan dan waktu
Hubungan perpindahan terhadap waktu adalah sebagai berikut.
Jarak = Kecapatan . Waktu
atau
s = v . t
Jika benda sudah memiliki jarak tertentu terhadap acuan maka
s = s0 + v.t
dengan s0 = kedudukan benda pada t = 0 (kedudukan awal)
Kecepatan gerak benda pada GLB adalah tetap. Seperti terlihat pada grafik di bawah, benda bergerak dengan kecepatan tetap v m/s. Selama t sekon maka jarak yang ditempuh adalah s = v . t. Jarak yang ditempuh benda tersebut dalam suatu grafik v – t pada GLB adalah sama dengan luas daerah yang diarsir.
 grafik glb antara kecapatan dengan waktu tempuh
Contoh Soal GLB
Sebuah mobil bergerak kecepatan tetap 36 km/jam. Hitung jarak yang ditempuh mobil selama 10 sekon?
Pembahasan
Diketahui :
v = 36 km/jam = 10 m/s (lihat konversi panjang dan konversi waktu)
t = 10 sekon
Ditanya : s = . . . ?
Jawab :
s = v × t
s = 10 m/s × 10 sekon
s = 100 m
 Soal Perpaduan GLB
Perhatikan gambar di bawah ini. Sebuah mobil A dan B bergerak dengan arah berlawanan masing-masing dengan kecepatan tetap 20 m/s dan 10 m/s. Hitung kapan dan di mana mobil A berpapasan jika jarak kedua mobil mula-mula 210 m?
 contoh soal tentang GLB
Pembahasan
Diketahui :
kecepatan mobil A = vA = 20 m/s
kecepatan mobil B = vb = 10 m/s
jarak mobil A dan B = 210 m
Ditanya :
tA (mobil A berpapasan dengan mobil B) = . . .?
sA (mobil A berpapasan dengan mobil B) = . . .?
Jawab :
sA + sB = jarak mobil A dan B
vA . t + vB . t = 210 m
20 t + 10 t = 210 m
30 t = 210
t =210/30
t = 7 sekon
t = 7 sekon setelah mobil A berjalan
sA = vA . t = 20 . 7 = 140 m
Jadi, mobil A berpapasan dengan mobil B setelah 7 sekon dan berjalan 140 m.

Demikianlah pembahasan mengenai konsep gerak lurus beraturan (GLB). Semoga postingan ini tidak membuat anda menjadi tambah "terpeleset". Jika anda masih bingung ("terpeleset") silahkan anda tanyakan pada kolom komentar di bawah.

Selasa, 14 Mei 2013

Pengertian Gerak

 Pengertian Gerak
Coba kamu perhatikan benda-benda di sekitarmu! Adakah yang diam? Adakah yang bergerak? Batu-batu di pinggir jalan diam terhadap jalan kecuali jika ditendang oleh kaki maka benda tersebut akan bergerak, rumah-rumah di sekitar kita diam terhadap pohon-pohon di sekelilingnya, seseorang berlari pagi di taman, dikatakan orang tersebut bergerak terhadap jalan, batu-batu, rumah-rumah, maupun pohon-pohon yang dilewatinya, dan masih banyak lagi. Jadi apakah yang disebut gerak itu?

Sumber Gambar: Knowledge Kfreak
Suatu benda dikatakan bergerak jika benda itu mengalami perubahan kedudukan terhadap titik tertentu sebagai acuan. Jadi, gerak adalah perubahan posisi atau kedudukan terhadap titik acuan tertentu. Gerak juga dapat dikatakan sebagai perubahan kedudukan suatu benda dalam selang waktu tertentu. Berbeda halnya dengan peristiwa berikut, orang berlari di mesin lari fitnes (mesin kebugaran), anak yang bermain komputer dan lain sebagainya. Apakah mereka mengalami perubahan posisi atau kedudukan dalam selang waktu tertentu?

Kegiatan tersebut tidak mengalami perubahan posisi atau kedudukan karena kerangka acuannya diam. Penempatan kerangka acuan dalam peninjauan gerak merupakan hal yang sangat penting, mengingat gerak dan diam itu mengandung pengertian yang relatif. Sebagai contoh, ada seorang yang duduk di dalam kereta api yang sedang bergerak, dapat dikatakan bahwa orang tersebut diam terhadap kursi yang didudukinya dan terhadap kereta api tersebut, namun orang tersebut bergerak relatif terhadap stasiun maupun terhadap pohon-pohon yang dilewatinya.

Selasa, 20 November 2012

MASSA JENIS ZAT


 Massa Jenis apaan sih?


Artikel bagus kali ini berbagi tentang materi fisika SMP kelas 7, yaitu tentangMassa Jenis. Apa itu Massa Jenis? dan bagaimana cara mengamati Massa Jenis suatu akan dibahas pada artikel ini.


Kamu tentu pernah minum air es atau es teh. Perhatikan, mengapa es batu selalu mengapung dalam air? Pernahkah kamu mencampur air dan minyak tanah? Mengapa minyak tanah selalu berada di atas air? Semua logam tenggelam di air, tetapi kayu atau gabus terapung di air. Apa yang menyebabkan semua ini? 


Kita bisa mengamati hal hal ini dengan mengambil 2 buah kantong yang masing-masing diisi dengan pasir dan kapas. Dalam kantong tersebut diisi pasir dan kapas dengan massa yang sama.  Atau kita bisa melakukan hal yang berlawanan di mana masing-masing kanton diisi dengan pasir dan kapas tapi kali ini dengan volume yang sama. Apa yang terjadi??


Dengan memperhatikan hasil kegiatan percobaan tadi, diskusikan kembali tentang permisalan dua kantong plastik ukuran sama yang diisi kapas dan pasir, ketika kamu membahas massa. Meskipun volumenya sama, yaitu satu kantong plastik, ternyata pasir memiliki massa yang lebih besar dibanding kapas. Berdasarkan hal ini, dikatakan massa jenis pasir lebih besar daripada massa jenis kapas. Massa jenis merupakan perbandingan antara massa dan volume.


Massa jenis benda sering disebut dengan kerapatan benda dan merupakan ciri khas setiap jenis benda. Massa jenis tidak tergantung pada jumlah benda. Apabila jenisnya sama maka nilai massa jenisnya juga sama. Misalnya, setetes air dan seember air mempunyai nilai massa jenis sama yaitu 1 gram/cm^3. Berbagai logam memiliki nilai massa jenis besar dikarenakan atom-atom dalam susunan molekulnya memiliki kerapatan yang besar. Gabus atau sterofoam mempunyai massa jenis kecil karena susunan atom-atom dalam molekulnya memiliki kerapatan kecil.

Massa jenis dilambangkan dengan simbol ρ (dibaca rho), salah satu huruf Yunani.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjiCBDu1CPnKn2lFG8_xgPDpSGsR4u8zokj2USyqI91z7HXWFox_JPnqO1UH5dONU11IHyg-7b01hPOpB9vL69h3kh5OEsVBrP84Zdk2rd2n3pbBccnG5WYVrXD4CCB0PU-Wk8jiQizYj26/s400/1.PNGKeterangan:
ρ = massa jenis (kg/m^3 atau g/cm^3)
m = massa benda (kg atau gram)
V = volume benda m^3 atau cm^3)
Tabel berbagai massa jenis zat
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjA_E0ufe9jrYDPJsnGW4QyloI2rTkiZOzSyWBh9CJzpt7N6_SvpWDw8PcmtWMh-kYXtW2MpioiCkHaEmO82iWaRNEF5S2BAKydbNk0vF61rYhYt2SyWmM-Ts-wYzUquNQqHsUT2VZ1jd2C/s400/2.PNGDari tabel tersebut dapat diketahui bahwa kerapatan logam tertentu seperti platina atau emas jauh lebih besar dibandingkan zat-zat lainnya. Massa jenis berbagai zat berbeda-beda walaupun benda-benda tersebut jumlah atau volumenya sama. Massa jenis zat yang umum digunakan sebagai patokan adalah massa jenis air dan massa jenis raksa. Massa jenis air dalam wujud cair, yaitu 1000 kg/m^3 atau 1 g/cm^3, sedangkan raksa atau mercury memiliki massa jenis 13.600 kg/m^3 atau 13,6 g/cm^3.


Penting: 1000 kg/m^3 = 1 g/cm^3


Selain massa jenis, dikenal pula berat jenis. Berat jenis adalah berat benda (w) tiap satuan volume (V). Bila berat jenis dapat dilambangkan dengan S, dapat dinyatakan dengan persamaan
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8NDy-Kga73c5hFV3Q6_YpXDDLwog_UjbCoHfJaRR2NKHSNg3YN_BNVCRlnfNIOyxCrh9Wy7iRmowlXvuMk3lVUfMAX4Y19GpFvFrql-cz9Av-_Ob45KbCCnj6mcYlqTbwkuY2yIcwoMQk/s400/3.PNGKeterangan:
S = berat jenis (N/m^3 atau dyne/cm^3)
w = berat benda (N atau dyne)
V = volume benda (m^3 atau cm^3)

Jadi, berat jenis benda adalah hasil kali antara massa jenis dengan percepatan gravitasi.


Penggunaan Konsep Massa Jenis dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kapal Selam
Tahukah kamu mengapa es dapat terapung di air, sedangkan batu tenggelam dalam air? Es memiliki massa jenis lebih kecil dari air, sehingga es dapat terapung dalam air. Batu tenggelam dalam air karena memiliki massa jenis lebih besar daripada air. Tahukah kamu mengapa kapal selam dapat terapung dan tenggelam di air? Ketika terapung massa jenis total kapal selam lebih kecil dari air laut dan sewaktu tenggelam massa jenis total kapal selam lebih besar dari air laut. Kapal selam memiliki tangki pemberat yang berisi air dan udara. Tangki tersebut terletak di antara lambung kapal sebelah dalam dan luar. Tangki dapat berfungsi membesar atau memperkecil massa jenis total kapal selam. Ketika air laut dipompa masuk ke dalam tangki pemberat, massa jenis kapal selam lebih besar dan sebaliknya agar massa jenis total kapal selam menjadi kecil, air laut dipompa keluar.


Balon Gas 
Pernahkah kamu melihat balon udara? Tahukah kamu, gas apa yang terdapat di dalamnya? Balon gas berisi gas helium. Gas helium memiliki massa jenis yang lebih kecil dari udara, sehingga balon gas bisa naik ke atas.


Air Minum Dingin di Dalam Lemari Es
Suatu ketika kamu mungkin pernah melihat dalam botol air minum dingin yang berasal dari lemari es terdapat endapan kapur. Kenapa hal itu dapat terjadi? Air yang jernih dapat juga mengandung kapur, namun apabila dilihat langsung dengan mata tidak kelihatan. Ketika air dingin massa jenis air lebih kecil dan terpisah dari kapur sehingga kapur yang memiliki massa jenis lebih besar akan turun ke bawah dan mengendap.


Menganalisis Benda Terapung, Melayang, Dan Tenggelam
Dengan membandingkan massa jenis zat cair dan benda yang dicelupkan kedalamnya, kamu dapat mengetahui benda-benda tersebut terapung melayang, atau tenggelam.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjVvUN839LWPhSdhY8Gf8g7XcpQsjpW885W9yVYrATnAf582y3Z3vlXRVKeWcLCVBgHX6dQEqYxR0L_wN8DXnu0pVafjbFWkekFZw3EMRsLSHkqk3-yocSiG05wm13FPPzyBUu7TZ2I_r0m/s400/5.PNG


Latihan Yuk!!

1.    Apakah yang membedakan antara air dengan es? Sebagaimana kamu ketahui es terbuat dari air.
2.    Air mempunyai massa jenis 1000 kg/m^3. Apabila massanya 500 kg, berapakah volumenya?
3.    Es memiliki massa 800 kg dan massa jenisnya 920 kg/m^3. Tentukan volume es tersebut!
4.    Massa jenis air 1000 kg/m^3 memiliki volume sama dengan 100 kg alkohol yang mempunyai massa jenis 800 kg/m^3. Hitunglah massa air!
5.    Sebuah balok kayu berukuran 10 cm × 0,2 m × 40 dm. Balok memiliki massa 2,4 kg. Hitunglah massa jenis balok!
6.    Suatu hari Bu Nani menyuruh anaknya yang bernama Sinta untuk membeli telur ayam di pasar. Sebelum berangkat ke pasar ibunya berpesan agar membeli telur yang masih baru. Dapatkah kamu membantu Sinta cara memilih telur yang masih baru?
7.    Semua batu bila dicelupkan ke dalam air secara langsung pasti tenggelam, kecuali batu apung. Mengapa hal itu bisa terjadi?

Rabu, 24 Oktober 2012

ASAM,BASA, DAN GARAM

 Asam, Basa, dan Garam


Asam, basa dan garam (Plassa). Dalam kehidupan sehari-hari kita sering berhubungan dengan senyawa asam, basa dan garam, bahkan hampir tiap hari kita selalu menggunakan senyawa yang bersifat asam maupun basa. Kita pun tak lepas dari garam karena hampir semua makan yang kita makan menggunakan garam. Untuk memahami tentang asam, basa dan garam mari kita bahas bersama-sama.

A. Asam
Senyawa asam banyak kita jumpai pada kehidupan sehari-hari. Semua senyawa asam  mempunyai rasa masam/kecut. Rasa masam/kecut ini desebabkan oleh  adanya senyawa yang bersifat asam. Buah-buahan memiliki rasa asam berkat adanya senyawa asam yang dikandungnya. Jeruk mengandung asam sitrat sedangkan anggur mengandung asam tartrat. Air susu yang basi mengandung asam laktat. Selain itu, senyawa asam dapat kita temukan juga dalam lambung dan darah. Dalam lambung terdapat asam klorida yang berperan pada pencernaan makanan serta dalam darah terdapat asam karbonat dan asam phosfat yang berperan pada pengangkutan makanan. Perhatikan tabel berikut.
Tabel 1.1 Beberapa Asam dan Sumbernya
1.      Ciri-Ciri Asam
   a.  Rasanya asam
b.  Dapat mengubah warna kertas lakmus biru menjadi merah
c.  Mempunyai pH (derajat keasaman) kurang dari 7
d.  Dapat menghantarkan listrik (termasuk larutan elektrolit)
e.  Dengan logam tertentu dapat mengahasilkan gas hidrogen
f.   Bersifat korosif atau merusak bahan-bahan benda-benda yang dikenainya

 2.      Peranan Asam Dalam Kehidupan
Asam merupakan salah satu senyawa yang memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan. Agar lebih jelas, perhatikan tabel berikut. 
Tabel 1.2 Beberapa Asam yang Ada di Sekitar
Tabel 1.2 Beberapa Asam yang Ada di Sekitar
 
Meskipun asam adalah senyawa yang sangat berguna, tetapi asam juga dapat menimbulkan berbagai kerusakan pada bahan-bahan yang dikenainya karena asam bersifat korosif. Salah satunya adalah peristiwa hujan asam. Berikut adalah beberapa dampak yang ditimbulkan oleh hujan asam:
a. mungubah pH tanah sehingga kondisinya tidak sesuai dengan tumbuhan dan mengakibatkan pohon/tanaman mati.
b.  dapat menghilangkan unsur-unsur hara dalam tanah sehingga mengurangi kesuburan tanah.
c.   mengubah pH air sehingga dapat mematikan ikan-ikan dan biota-biota air.
d.   merusak bangunan, terutama yang terbuat dari batu pualam (karbonat dan logam).

B.   Basa
Seperti halnya asam, basa juga banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Para ibu rumah tangga menggunakan abu gosok untuk mencuci piring. Basa dalam abu gosok dapat bereaksi dengan kotoran berupa lemak/minyak , sehingga menjadi larut. Sedangkan, untuk mencuci piring yang sangat  berminyak perlu menggunakan sabun. Sabun dapat melarutkan lemak dan minyak. Para penderita magh selalu minum obat berupa magnesium hidroksida atau aluminium hidroksida.

1.   Ciri-Ciri Basa
   a.   Pahit dan licin di kulit
b.   Mempunyai pH lebih dari 7
c.   Mengubah warna lakmus merah menjadi biru
d.   Dapat menghantarkan listrik (termasuk larutan elektrolit)
e.   Dapat menetralkan sifat asam
f.    Bersifat kausatik atau dapat merusak kulit
Gambar 1.1 Sabun merupakan salah satu contoh zat yang bersifat basa
Gambar 1.1 Sabun merupakan salah satu contoh zat yang bersifat basa

2.   Peranan Basa dalam Kehidupan  
Tabel  1.3 Beberapa Basa dan Fungsinya
Tabel  1.3 Beberapa Basa dan Fungsinya

C. Teori Asam Basa Arrhenius
Dari uraian di atas, salah satu ciri dari asam adalah senyawa yang berasa  asam dan memerahkan lakmus biru sedangkan basa adalah senyawa berasa pahit dan licin di kulit serta dapat membirukan lakmus merah. Ciri tersebut belum dapat menjelaskan mengapa asam atau basa dapat menghantarkan listrik atau dikenal dengan istilah elektrolit. Untuk itu, Svante August Arrhenius mengajukan suatu konsep asam-basa yang di kenal sebagai teori asam-basa Arrhenius.
Asam adalah senyawa yang jika dilarutkan ke dalam air menghasilkan ion hidrogen (H+). Semakin banyak ion H+, semakin kuat sifat asamnya. Dengan demikian,  dikenal asam kuat dan asam lemah. Asam kuat dalam air terionisasi sempurna (semua terurai menjadi ion), sedangkan asam lemah terionisasi sebagian (tidak semua terurai menjadi ion). Perhatikan tabel berikut.

Tabel 1.4 Asam Kuat dan Reaksi Ionisasinya
Tabel 1.4 Asam Kuat dan Reaksi Ionisasinya

Tabel 1.5 Beberapa Asam Lemah dan Reaksi Ionisasinya
Tabel 1.5 Beberapa Asam Lemah dan Reaksi Ionisasinya
Basa adalah senyawa yang jika dilarutkan ke dalam air menghasilkan ion hidroksida (OH-). Semakin banyak ion OH-, semakin kuat sifat basanya. Dengan demikian,  dikenal basa kuat dan basa lemah. Basa kuat dalam air terionisasi sempurna (semua terurai menjadi ion), sedangkan basa lemah terionisasi sebagian (tidak semua terurai menjadi ion). Perhatikan tabel berikut.

Tabel 1.6 Basa Kuat dan Reaksi Ionisasinya
Tabel 1.6 Basa Kuat dan Reaksi Ionisasinya
  
Tabel 1.7 Beberapa Basa Lemah dan Reaksi Ionisasinya
Tabel 1.7 Beberapa Basa Lemah dan Reaksi Ionisasinya 
 
D.   Garam
Dalam kehidupan sehari-hari kita mengenal garam dapur yang biasa digunakan untuk bumbu masak. Garam dapur merupakan salah contoh dari garam menurut  ilmu kimia.
Seperti halnya asam dan basa, garam juga memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan. Perhatikan tabel berikut.
Tabel 1.8 Beberapa Garam dan Fungsinya dalam Kehidupan Sehari-Hari
Tabel 1.8 Beberapa Garam dan Fungsinya dalam Kehidupan Sehari-Hari
      Adapun ciri-ciri dari garam antara lain:
1.   Dalam bentuk leburan (cairan) atau lelehan dapat menghantarkan listrik
2.   Sifat larutannya dapat berupa asam, basa, atau netral tergantung jenis asam (kuat atau lemah) dan basa (kuat atau lemah) pembentuknya.  
a.   asam kuat dan basa kuat akan terbentuk garam yang bersifat netral
b.   asam kuat dan basa lemah akan terbentuk garam yang bersifat asam
c.   asam lemah dan basa kuat akan terbentuk garam yang bersifat basa

E.                                          E.   Tingkat Keasaman  (pH)
Tingkat keasaman merupakan ukuran besar kecilnya pH yang menunjukkan skala keasaman dan kebasaan suatu larutan, angkanya sekitar 0 sampai dengan 14 dengan ketentuan sebagai berikut.
1.   Larutan  asam memiliki pH<7
2.   Larutan basa memiliki pH>7
3.   Larutan netral memiliki pH=7
skala ph
 
F.   Indikator
Indikator adalah bahan/alat yang digunakan untuk mengenali sifat suatu senyawa (asam, basa atau netral).
Macam-macam Indikator:
1.  Indikator alami
Indikator alami diperoleh dari bagian tumbuhan berwarna dapat berupa bunga, daun, buah, biji, atau akarnya. Contohnya, kunir, bunga sepatu merah, kulit manggis, dan lain-lain.
Misalkan kulit manggis, kulitnya digerus sampai halus kemudian dituangi pelarut (alkohol) dan selanjutnya airnya dipisahkan melalui penyaringan.  Ekstrak kulit manggis tersebut di teteskan pada senyawa yang bersifat asam atau basa, contohnya adalah larutan asam (HCl) atau basa (NaOH), maka:
  • Pada larutan asam : terjadi perubahan warna dari ungu menjadi coklat kemerahan
  • Pada larutan basa: terjadi perubahan warna dari ungu menjadi biru kehitaman
2.   Indikator  buatan
       a. Kertas lakmus
Kertas lakmus
b.  Kertas indikator universal
c.  Larutan

 Tabel 1.10 Beberapa Indikator Larutan  dan Perubahan Warnanya
 Tabel 1.10 Beberapa Indikator Larutan  dan Perubahan Warnanya

d.   pH meter/pH digital
pH meter/pH digital
 
G.   Reaksi pada Asam, Basa, dan Garam
  1. Logam + asam -------> gas hidrogen + garam
Contoh: besi + larutan asam asetat  ----------> gas hidrogen + besi(II) asetat
       Fe(s) +2CH3COOH ----------> H2(g) +Fe( CH3COO)2(aq)
  1. Asam kuat + basa kuat ---------> garam (bersifat netral) + air
Contoh: Larutan asam klorida  + larutan natrium hidroksida ---> larutan natrium klorida + air
     HCl(aq) + NaOH(aq) ---> NaCl(aq) + H2O(l)
Reaksi pada Asam, Basa, dan Garam
  1. Asam lemah + basa kuat ---> garam (bersifat basa) + air
Contoh: Larutan asam phosfat  + larutan natrium hidroksida --> larutan natrium phosfat + air
                   H3PO4(aq) + 3NaOH(aq) --> Na3PO4(aq) + 3H2O(l)
  1. Basa lemah + asam kuat --> garam (bersifat asam) + air
Contoh: Larutan ammonium hidroksida  + larutan asam sulfat --> larutan ammonium sulfat +   air
                   2NH4OH(aq) + H2SO4(aq) --> (NH4)2 SO4(aq) + 2H2O(l)
  1. Oksida logam (oksida basa) + asam --> garam + air
Contoh: natrium oksida  + larutan asam nitrat --> larutan natrium nitrat + air
                            Na2O(s) + HNO3(aq) ---> NaNO3(aq) + H2O(l)
  1. Oksida nonlogam (oksida asam) + basa ---> garam + air
Contoh: gas karbon dioksida  + larutan kalsium hidroksida --> endapan kalsium karbonat + air
                            CO2(g) + Ca(OH)2(aq) ---> CaCO3(s) + H2O(l)