Pages

Jumat, 03 Mei 2013

Sifat-Sifat Garis Sejajar

Sifat-Sifat Garis Sejajar

Pada gambar di bawah ini, melalui dua buah titik yaitu titik A dan titik B dapat dibuat tepat satu garis, yaitu garis m. Selanjutnya, apabila dari titik C di luar garis m dibuat garis sejajar garis m yang melalui titik tersebut, ternyata hanya dapat dibuat tepat satu garis, yaitu garis n.


Berdasarkan uraian di atas, secara umum diperoleh sifat sebagai berikut. Melalui satu titik di luar sebuah garis dapat ditarik tepat satu garis yang sejajar dengan garis itu.

Selanjutnya perhatikan gambar di bawah ini. Pada gambar di bawah diketahui garis m sejajar dengan garis n (m // n) dan garis l memotong garis m di titik P. Apabila garis l yang memotong garis m di titik P diperpanjang maka garis l akan memotong garis n di satu titik, yaitu titik Q.


Jika sebuah garis memotong salah satu dari dua garis yang sejajar maka garis itu juga akan memotong garis yang kedua.

Sekarang, perhatikan Gambar di bawah ini. Pada gambar tersebut, mula-mula diketahui garis k sejajar dengan garis l dan garis m. Tampak bahwa garis k sejajar dengan garis l atau dapat ditulis k // l dan garis k sejajar dengan garis m, ditulis k // m. Karena k // l dan k // m, maka l // m. Hal ini berarti bahwa garis l sejajar dengan garis m.


Jika sebuah garis sejajar dengan dua garis lainnya maka kedua garis itu sejajar pula satu sama lain.

Pengertian Sudut dan Besar Sudut


Pengertian Sudut dan Besar Sudut

Pengertian Sudut


Agar kalian dapat memahami pengertian sudut, coba amati ujung sebuah meja, pojok sebuah pintu, atau jendela, berbentuk apakah ujung tersebut? Ujung sebuah meja atau pojok pintu dan jendela adalah salah satu contoh sudut.
Perhatikan Gambar di bawah ini. Suatu sudut dapat dibentuk dari suatu sinar yang diputar pada pangkal sinar. Sudut ABC pada gambar di samping adalah sudut yang dibentuk BC yang diputar dengan pusat B sehingga BC berputar sampai BA
Ruas garis BA dan BC disebut kaki sudut, sedangkan titik pertemuan kaki-kaki sudut itu disebut titik sudut. Daerah yang dibatasi oleh kaki-kaki sudut, yaitu daerah ABC disebut daerah sudut. Untuk selanjutnya, daerah sudut ABC disebut besar sudut ABC. Sudut dinotasikan dengan “ ° ”. Sudut pada Gambar di atas dapat diberi nama
a. sudut ABC atau ABC;
b. sudut CBA atau CBA;
c. sudut B atau B.
Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa sudut adalah daerah yang dibentuk oleh pertemuan antara dua buah sinar atau dua buah garis lurus.

Besar Sudut
Besar suatu sudut dapat dinyatakan dalam satuan derajat (°), menit (), dan detik (). Perhatikan jarum jam pada sebuah jam dinding. Untuk menunjukkan waktu 1 jam, maka jarum menit harus berputar 1 putaran penuh sebanyak 60 kali, atau dapat ditulis 1 jam = 60 menit. Adapun untuk menunjukkan waktu 1 menit, jarum detik harus berputar 1 putaran penuh sebanyak 60 kali, atau dapat ditulis 1 menit = 60 detik.
Hal ini juga berlaku untuk satuan sudut. Hubungan antara derajat (°), menit (), dan detik () dapat dituliskan sebagai berikut.
1° = 60’ atau 1’ = (1/60)°
1’ = 60” atau 1” = (1/60)’
1° = 60 x 60” = 3.600” atau 1’ = (1/3.600)°

Contoh soal tentang besarnya sudut

Tentukan kesamaan besar sudut berikut.
  1.  5o ° =  ...
  2. 8’ = ...
  3. 45,6o ° =  ...o ...
  4. 48°48’ = ...o


Penyelesaian:
  1. Karena 1° = 60’ maka 5° = 5 x 60 = 300
  2. Karena 1’ = 60 maka 8’ = 8 x 60” = 480
  3. 45,6° = 45° + 0,6°
    45,6° = 45° + (0,6 x 60’)
    45,6° = 45° + 36’
    45,6° = 45°36’

  4. 48°48’ = 48° + 48’
    48°48’ = 48° + (48/60)°
    48°48’ = 48° + 0,8°
    48°48’ = 48,8°

JENIS JENIS SUDUT


JENIS JENIS SUDUT


Secara umum, kita mengenal ada lima jenis sudut, adapun kelima jenis sudut tersebut adalah sebagai berikut

  1. sudut siku-siku;
  2. sudut lurus;
  3. sudut lancip;
  4. sudut tumpul;
  5. sudut refleks.

Perhatikan sudut yang dibentuk oleh kedua jarum jam jika jam menunjukkan pukul 9.00. Ternyata pada pukul 9.00, kedua jarum jam membentuk sudut siku-siku. Sudut siku-siku adalah sudut yang besarnya 90°. Sudut siku-siku dinotasikan dengan “ ” atau “ ”.Sekarang, putarlah jarum jam pendek ke angka 6, dengan jarum jam panjang tetap di angka 12. Tampak bahwa kedua jarum jam membentuk sudut lurus. Jika kalian perhatikan, sudut lurus dapat dibentuk dari dua buah sudut siku-siku yang berimpit. Sudut lurus adalah sudut yang besarnya 180°.Selain sudut siku-siku dan sudut lurus, masih terdapat sudut yang besarnya antara 0° dan 90°, antara 90° dan 180°, serta lebih dari 180°.
  1. Sudut yang besarnya antara 0° dan 90° disebut sudut lancip.
  1. Sudut yang besarnya antara 90° dan 180° disebut sudut tumpul.
  1. Sudut yang besarnya lebih dari 180° dan kurang dari 360° disebut sudut refleks.

Hubungan Antar sudut Jika Dua Garis Sejajar Dipotong Oleh Garis Lain ( KELAS VII Semester II )


Hubungan Antar sudut Jika Dua Garis Sejajar Dipotong Oleh Garis Lain 
KELAS VII Semester II

Sebelumnya sudah membahas materi hubungan antar sudut, akan tetapi sekarang juga tetap membahas materi tentang hubungan antar sudut. Pembahasan kali ini lebih memfokuskan bagaimana hubungan antar sudut jika sudut-sudut tersebut sehadap dan berseberangan dan bagaiman jika sudut-sudut tersebut luar sepihak dan dalam sepihak. Oke, silahkan anda pelajari materinya kemudian pelajari cara menyelesaikan soal-soalnya yang berkaitan dengan materi ini.


Sudut-Sudut Sehadap dan Berseberangan


Pada gambar di atas, garis m // n dan dipotong oleh garis l. Titik potong garis l terhadap garis m dan nberturut-turut di titik P dan titik Q. Pada gambar di atas, tampak bahwa sudut P2 dan sudut Q2 menghadap arah yang sama. Demikian juga sudut P1 dan sudut Q1, sudut P3 dan sudut Q3, serta sudut P4 dan sudut Q4. Sudut-sudut yang demikian dinamakan sudut-sudut sehadap. Sudut sehadap besarnya sama.

Jika dua buah garis sejajar dipotong oleh garis lain maka akan terbentuk empat pasang sudut sehadap yang besarnya sama. Jadi, dapat dituliskan
P1 sehadap dengan Q1 dan P1 = Q1;
P2 sehadap dengan Q2 dan P2 = Q2;
P3 sehadap dengan Q3 danP3 = Q3;
P4 sehadap dengan Q4 dan P4 = Q4.

Contoh soal dan Pembahasan tentang Sudut-Sudut Sehadap



Perhatikan gambar di atas.
a. Sebutkan pasangan sudut-sudut sehadap.
b. Jika besar K1 = 102°, tentukan besar
  1. L1;
  2. K2;
  3. L2.


Penyelesaian
a. Berdasarkan gambar di samping diperoleh
K1 sehadap dengan L1
K2 sehadap dengan L2
K3 sehadap dengan L3
K4 sehadap dengan L4

b. JikaK1 = 102° maka
  1.  L1 = K1 (sehadap) = 102°
  2. K2 = 180° – K1 (berpelurus) = K2 = 180° – 102° = K2 = 78°
  3. L2 = K2 (sehadap) = L2 = 78o



 

Perhatikan di atas. Pada gambar tersebut besar P3 =Q1 dan P4 = sudut Q2. Pasangan sudut P3 dan sudut 1, serta sudut P4 dan sudut Q2 disebut sudut-sudut dalam berseberangan. Jika dua buah garis sejajar dipotong oleh garis lain, besar sudut-sudut dalam berseberangan yang terbentuk adalah sama besar.

Sekarang perhatikan pasangan sudut P1 dan sudut Q3, serta sudut P2 dan sudut Q4. Pasangan sudut tersebut adalah sudut-sudut luar berseberangan, di mana sudut P1 = sudut Q3 dan sudut P2 = sudut Q4. Jika dua buah garis sejajar dipotong oleh garis lain maka besar sudut-sudut luar berseberangan yang terbentuk adalah sama besar.

Contoh soal dan Pembahasan tentang Sudut-Sudut Berseberangan

 

Perhatikan gambar di atas.
a. Sebutkan pasangan sudut- sudut dalam berseberangan.
b. Jika A1 = 75°, tentukan besar
(i)  A2;
(ii) A3;
(iii) B4.

Penyelesaian:
a. Pada gambar di atas diperoleh
A1 dalam berseberangan dengan B3;
A2 dalam berseberangan dengan B4.

b. Jika A1 = 75° maka
(i) 
A2 = 180°– sudut A1 (berpelurus)
A2 = 180° – 75°
A2 = 105°
(ii) 
A3 = A1 (bertolak belakang) = 75°
(iii) 
B4 = A2 (dalam berseberangan) = 105°


Sudut-Sudut Dalam Sepihak dan Luar Sepihak

 

Perhatikan Gambar di atas. Pada gambar tersebut garis m // n dipotong oleh garis l di titik P dan Q. Perhatikan sudut P3 dan sudut Q2. Kedua sudut tersebut terletak di dalam garis m dan n serta terhadap garis l keduanya terletak di sebelah kanan (sepihak). Pasangan sudut tersebut dinamakan sudut-sudut dalam sepihak.  Dengan demikian diperoleh:
  • P3 dalam sepihak dengan Q2;
  • P4 dalam sepihak dengan Q1.


Sebelumnya telah sudah posting bahwa:
P3 = Q3 (sehadap) dan
P2 = Q2 (sehadap).
Padahal 2 = 180° – P3 (berpelurus), sehingga 
Q2 = P2 = 180° – P3 atau
P3 + Q2 = 180°
Tampak bahwa jumlah P3 dan Q2 adalah 180°.

Jika dua buah garis sejajar dipotong oleh garis lain maka jumlah sudut-sudut dalam sepihak adalah 180°. Dengan cara yang sama, dapat dibuktikan bahwa P4 + Q1 = 180°.

Contoh Soal dan Pembahasan Tentang Sudut-Sudut Dalam Sepihak

 

Pada Gambar di atas, garis p // q dan garis r memotong garis p dan q di titik R dan S.
a. Tentukan pasangan sudut-sudut dalam sepihak.
b. Jika S1 = 120°, tentukan R2 dan R3.

Penyelesaian:
a. Berdasarkan gambar di samping diperoleh
R2 dalam sepihak dengan S1;
R3 dalam sepihak dengan S4.

b. Jika S1 = 120° maka
R2 + S1 = 180° (dalam sepihak)
R2 = 180° – S1
R2 = 180° – 120°
R2 = 60°
R3 =S1 (dalam berseberangan)
R3 = 120°

 

Perhatikan kembali P1 dengan Q4 dan P2 dengan Q3 pada Gambar di atas. Pasangan sudut tersebut disebut sudut-sudut luar sepihak. Akan kita buktikan bahwa: P1 + Q4 = 180°.

 P1 +  P4 = 180o (berpelurus)
Padahal  P4 =  Q4 (sehadap).
Terbukti bahwa  P1 +  Q4 = 180°.
Jika dua buah garis sejajar dipotong oleh garis lain maka jumlah sudut-sudut luar sepihak adalah 180°.

HUBUNGAN ANTAR SUDUT KELAS VII ( SEMESTER II )


HUBUNGAN ANTAR SUDUT
KELAS VII SEMESTER II
Pasangan Sudut yang Saling Berpelurus (Bersuplemen)

Pada Gambar di atas, garis AB merupakan garis lurus, sehingga besar AOB = 180°. Pada garis AB, dari titik O dibuat garis melalui C, sehingga terbentuk sudut AOC dan sudut BOC. Sudut AOC merupakan pelurus atau suplemen dari sudut BOC. Demikian pula sebaliknya, sudut BOC merupakan pelurus atau suplemen sudut AOC, sehingga diperoleh:
sudut AOC + sudut BOC = sudut AOB
a° + b° = 180°atau dapat ditulis:a° = 180° – b° ataub° = 180° – a°.Dari uraian di atas dapat disimpulkan sebagai berikut. Jumlah dua sudut yang saling berpelurus (bersuplemen) adalah 180°. Sudut yang satu merupakan pelurus dari sudut yang lain.Contoh soal Pasangan Sudut yang Saling Berpelurus (Bersuplemen)
 Perhatikan gambar di atas. Hitunglah nilai a° dan tentukan pelurus dari sudut a°.Penyelesaian:Berdasarkan gambar diperoleh bahwa3a° + 2a° = 180°
5a° = 180°
a° = 180°/5
a° = 36
Pelurus sudut a° = 180° – 36° = 144°.Pasangan Sudut yang Saling Berpenyiku (Berkomplemen)Pada gambar di atas terlihat sudut PQR merupakan sudut siku-siku, sehingga besar sudut PQR = 90°. Jika pada sudut PQR ditarik garis dari titik sudut Q, akan terbentuk dua sudut, yaitu sudut PQS dan sudut RQS. Dalam hal ini dikatakan bahwa sudut PQS merupakan penyiku (komplemen) dari sudut RQS, demikian pula sebaliknya. Sehingga diperoleh:
sudut PQS + sudut RQS = sudut PQR
x° + y° = 90°,denganx° = 90° – y° dany° = 90° – x°.Dari uraian di atas dapat disimpulkan sebagai berikut. Jumlah dua sudut yang saling berpenyiku (berkomplemen) adalah 90°. Sudut yang satu merupakan penyiku dari sudut yang lain.Contoh Soal Tentang Pasangan Sudut yang Saling Berpenyiku (Berkomplemen)Perhatikan gambar di atas.a. Hitunglah nilai x°.b. Berapakah penyiku sudut x°?c. Berapakah pelurus dari penyiku x°?Penyelesaian:a. x° + 3 x° = 90°4 x° = 90°x° = 22,5°b. penyiku dari x° = 90° - 22,5° = 67,5°c. pelurus dari penyiku x° = 180° - 67,5° = 112,5°Pasangan Sudut yang Saling Bertolak BelakangPada gambar di atas, garis KM dan LN saling berpotongan di titik O. Dua sudut yang letaknya saling membelakangi disebut dua sudut yang saling bertolak belakang, sehingga diperoleh sudut KON bertolak belakang dengan sudut LOM; dan sudut NOM bertolak belakang dengan sudut KOL.
Bagaimana besar sudut yang saling bertolak belakang? Agar dapat menjawabnya, perhatikan uraian berikut.sudut KOL + sudut LOM =  180° (berpelurus)
sudut KOL =  180° – sudut LOM ............................. (i)
sudut NOM + sudut MOL =  180° (berpelurus)
sudut NOM =  180° – sudut MOL .............................. (ii)
Dari persamaan (i) dan (ii) diperolehsudut KOL = sudut NOM =  180° – sudut LOM
Jadi, besar sudut KOL = besar sudut NOM.
Dengan cara yang sama, maka dapat membuktikan bahwa sudut KON = sudut LOM.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan sebagai berikut. Jika dua garis berpotongan maka dua sudut yang letaknya saling membelakangi titik potongnya disebut dua sudut yang bertolak belakang. Dua sudut yang saling bertolak belakang adalah sama besar.Contoh soal tentang Pasangan Sudut yang Saling Bertolak BelakangPerhatikan Gambar di atas.  Diketahui besar sudut SOP = 45°. Tentukan besar
a. sudut ROQ;
b. sudut SOR;
c. sudut POQ.
Penyelesaian:Diketahui sudutSOP = 45°.
a. sudut ROQ = sudut SOP (bertolak belakang)
P = 45°b. sudut SOP +sudut SOR = 180° (berpelurus)
sudut SOR = 180° – sudut SOP
= 180° – 45°= 135°c. sudut POQ = sudut SOR (bertolak belakang)
= 135°